Banner IDwebhost

Gede Suparman Pengusaha Muda Asal Buleleng Bali, Lakukan Study Banding Petani Cabe Di Sleman, Yogyakarta

  1. Foto :Gede Suparman (kiri) Bersama Rekan kerja.

" Lelang Cabe Di Kab Sleman Dengan Nama  " Puncak  Merapi" Sangat Menginspirasi, Ini Sebuah .Sharing Ilmu, Antara Petani Cabe dan Pengusaha Perlu di Lakukan Agar Petani Mendapatnya Kesejahteraan Dengan Harga Yang Memuaskan Itu Yang Menjadi Dasar  Yang Nantinya  Bisa Di Kembangkan Di Daerah Buleleng Bali Khususnya "

Sapujagad.Net - Yogyakarta - Gede Suparman salah satu pengusaha muda asal Bali yang menginspirasi, .Ia berkeinginan dengan usaha yang ia geluti bisa lebih sukses .Dengan study Banding dan .menjadi motivator  usaha cabe yang berada di kab Sleman .Kelopok tani yang di beri nama " Puncak Merapi" . Ia lebih tertantang ingin lebih tahu sistem yang mereka jalankan .Gede  Suparmani salah satu owner and Founder dari PT .Bali Organik Subak (BOS), PTWSM"GUANO" Bali Organikulture yang ada di Bali.

Sabtu (28/12/19) saat berbincang - bincang mengenai hasil dari Study Banding, dengan senang hati ia menjawad pertanyaan yang di lontarkan awak media.Hasil yang ia capai atau ilmu yang di dapat dari Study Banding yaitu,
bagaimana cara menyingkronkan petani dan pengusaha bisa saling menguntungkan (Simbiosismutualisme) dengan tegas ia menjawad, Gede Suparman yang biasa di pangil Mas Agung Weda, mempunyai prinsip" Giving Is The Best Communication ( Memberi adalah Komunikasi yang Terbaik),selain itu pula saya berprinsip pengusaha dan petani saling membutuhkan,jadi sharing dan terjun ke petani itu sangat penting agar hubungan emosinal kita lebih dekat ," tegas pria jebolan UGM jurusan Master In ImformationTechnologi dan System tersebut.

Pengusaha Asal Bali itu sering melakukan sharing sama teman - teman petani puncak Merapi, yang berada di Sleman. Bagaimana mereka membuat "Value Chain" untuk Supply Komoditas Cabe dan Sayur agar ketersediaanya ada setiap hari, sehingga pasar tidak akan kehilangan komoditas yang dibutuhkan." tambahnya.

Masih menurutnya dari hasil study Banding ini natinya akan saya aplikasikan di daerah Bali "Teknik pemasaran mereka sangat oke, setiap hari petani akan membawa komoditasnya ke titik temu, yang sudah di sepakati bersama. Setelah produk terkumpul, produk akan di sortasi berdasarkan Grade nya masing masing. Ada Grade Super 1, Super 2 dan BS. Setiap jam 19.00 WIB akan dibuka lelang yang akan diikuti oleh para Pedagang, yang sudah teregister di pasar lelang petani Sleman," tegas pria ganteng itu.

Lelang dilakukan secara tertutup, Bakul 1 dan bakul yang lain tidak saling terhubung, mereka cukup memberikan harga, untuk masing masing komoditas di hari itu. harga tertinggi akan dinyatakan sebagai pemenang lelang. Yang Akhirnya petani akan selalu mendapatkan harga terbaik. membuat petani lebih puas dengan harga yang di inginkan .

"Ada 2 lelang yang di fokuskan di Sleman Yogyakarta ini, yaitu Pasar Lelang Cabe dan Pasar Lelang Sayur. Untuk pasar Lelang Cabe memang di inisiasi oleh BANK INDONESIA sebagai solusi antisipasi terhadap harga cabe yang sangat sering mempengaruhi laju Inflasi dimasyarakat," Imbuhnya

Namun kekuatan dari sistem ini adalah, kebersamaan dan keguyuban, bagaimana Petani dapat berkomitmen untuk "Continue" terus menerus ada yang selalu menanam Cabe, sehingga produk setiap hari terus tersedia " Sehingga tidak terjadi kelangkaan produk yang biasanya membuat Inflasi. Disisi lain petani mendapatkan Kesejahteraannya dengan harga terbaik yang diperoleh setiap hari. Menyimpulkan perkara sinergitas kunjungan dan sharing ilmu antara Para Petani Cabe dan Petani Sayur," pungkasnya (Guntur B, sapujagad)

author
No Response

Leave a reply "Gede Suparman Pengusaha Muda Asal Buleleng Bali, Lakukan Study Banding Petani Cabe Di Sleman, Yogyakarta"